Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI (Puskris) merupakan lembaga di bawah Fakultas Psikologi UI yang lahir atas dasar keprihatinan staf pengajar F.Psi UI sebagai respons terhadap kondisi sosial yang terjadi di Indonesia terutama di Jakarta dan sekitarnya pasca tragedi Kerusuhan Mei 1998. Berdasarkan SK Dekan Fakultas Psikologi saat itu, Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, dibentuklah Tim Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI. Saat itu, kegiatan Pusat Krisis berfokus pada penyediaan layanan langsung bagi masyarakat yang mengutamakan aspek kepedulian berbasis kerelawanan dalam menjalankan kegiatannya.

Sekarang ini, inisiatif yang dilakukan Dekan dan staf pengajar Fakultas Psikologi UI dirasakan sebagai suatu langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi Psikologi di masyarakat. Puskris sangat dirasakan kebutuhannya bagi masyarakat, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi situasi sulit yang kerap kali terjadi di Indonesia, mulai dari konflik sosial dan bencana alam.  Hal ini memotivasi Puskris untuk terus menerus melakukan upaya perbaikan dan pembenahan internal dalam rangka berkontribusi membantu masyarakat menghadapi pengalaman sulit karena bencana dan konflik sosial.

Pengalaman Puskris di berbagai daerah di Indonesia mendorong Puskris untuk lebih mengembangkan intervensi Psikososial yang berbasis masyarakat. Fokus dari intervensi psikososial adalah komunitas masyarakat dengan terlebih dahulu memahami kondisi psikologis dan juga kondisi sosial di dalam konteks masyarakat. Berbagai upaya dilakukan Puskris dalam rangka memantapkan layanan psikososial sebagai layanan unggulan/kekhasan Puskris, antara lain: melakukan penelitian, pengembangan modul pelatihan dan upaya advokasi psikososial dalam forum/jejaring penanganan bencana yang ada. Selain itu, keterlibatan di masyarakat pasca bencana mendorong Puskris untuk tidak hanya melakukan respons pasca terjadinya bencana saja namun juga memulai melakukan berbagai upaya dalam rangka kesiapsiagaan bencana.

Semua program kegiatan dan program kerjasama Puskris sejak berdiri sampai saat ini dapat terwujud berkat dukungan dan kerjasama dari partner Puskris, baik kalangan civitas akademika secara internal dan juga mitra Puskris selama ini baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari berbagai program kegiatan dan program kerjasama Puskris inilah Fakultas Psikologi UI sebagai suatu lembaga mengembangkan poin pembelajaran mengenai kontribusi Psikologi di masyarakat. Puskris ke depannya diharapkan dapat menjadi laboratorium sebagai tempat bagi dosen, mahasiswa dan alumni untuk belajar penerapan psikologi dan memahami gejala sosial di masyarakat terutama yang berkaitan dengan bencana dan konflik sosial. Fakultas Psikologi UI memiliki cukup banyak dosen, mahasiswa dan alumni yang kompeten dan mengembangkan diri dalam isu Psikologi di konteks bencana dan konflik sosial.

Saat ini Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI sudah memasuki usia 15 tahun. Jika mengacu pada perkembangan manusia, 15 tahun berada di tahapan perkembangan remaja. Harapannya di usianya yang ke – 15, Pusat Krisis dapat terus berkembang dan berkreasi dalam rangka mewujudkan kontribusi Psikologi di masyarakat terutama dalam hal penanganan bencana dan konflik sosial.

Salam,

Wahyu Cahyono